Senin, 13 Mei 2013

Semarang Nite Carnival 2013

Semarang Nite Carnival 2013

Semarang Nite Carnival adalah salah satu rangkaian acara besar menyambut hari jadi kota Semarang ke 466 pada tahun 2013 ini. Acara ini diadakan pada tanggal 3 Mei 2013. Bentuk acara ini seperti festival parade berjalan. Start di balaikota Semarang (jalan Pemuda) dan finish di simpang lima. Rutenya yaitu jalan Pemuda-jalan Pandanaran-Simpang Lima. Puncak acara ada di lapangan simpang lima dengan panggung dan sajian musik dari beberapa artis ibukota. Acara puncaknya ini pun ditayangkan secara langsung oleh salah satu stasiun TV swasta. Parade ini baru dimulai sekitar pukul 5 sore. Namun saya hanya stay di jalan Pandanaran saja, dan saya memang bisa datang malamya jadi saya agak terlambat untuk menonton paradenya :(
Saya pun baru memulai hunting foto sekitaran pukul 8 malam, dan itu pun saya sudah melewatkan rombel pertama paradenya... Sayang sekali sih... Tetapi untung saja malam itu cerah dan tidak hujan seperti tahun 2012, jadi saya masih bisa melanjutkan hunting foto.. :D
Dan... Taraaaa~~! Ini ya hasil hunting foto di acara Semarang Nite Carnival 2013 by retsuchan photos...
Saya masih newbie sih dalam hal photography... tetapi saya mencoba yang terbaik... hehe... selamat menikmati hasil fotonya yaa... :)

Terlalu banyak bochooor... jadi saya crop deh... maklum njepret parade tp pengen ambil 1 object photo... hehe...











ini saya suka.. pas banget momentnya jadi berasa mimik mukanya berkarakter..









yang ini terlalu banyak noise yah..hehe maap teman-teman... :D

di parade ini bukan hanya kostum imajiner saja, tapi kostum adat pun ada.. ini contohnya.. dan salah satu pesertanya ini teman saya hehe... yang mana yang mana? hayoo coba tebak.. hehe.. :p


ini salah satu favorit saya..


ini juga salah satu dari favorit saya.. objek sama karena tepat di depan posisi saya sih,hehe.. momentnya cukup pas.. sedikit croping supaya terlihat seperti sedang mencoba terbang...

perannya gadis cina tp mbaknya bukan chinese sih... tak apa lah .. hehe :D


Nah itu tadi hasil saya hunting foto di Semarang Nite Carnival.. semoga acara-acara seperti ini semakin bagus dan baik dalam pengelolaannya.. amiiin..
Terimakasih untuk yang sudah mampir tilik tilik postingan saya... :D

Sabtu, 22 Desember 2012

Tampak depan Hotel Dibya Puri

Hotel Dibya Puri yang dulunya bernama "Du Pavillon" ini terletak di Jalan Pemuda. Letak Hotel ini sangat stategis, berada di pusat kota Semarang. Maka tidak heran bahwa dulunya hotel ini sering disinggahi para pejabat untuk menginap saat ada dinas di kota Semarang. Hotel ini dulunya biasa digunakan oleh para bangsawan Belanda, juga pernah ditinggali oleh Bung Karno dan anaknya, juga Pak Harto. Pada masa pemerintahan Pak Harto pun diberikan mandat untuk semua PNS yang bertugas di Semarang diwajibkan menginap di hotel ini. Hotel ini sudah berdiri sejak kurang lebih tahun 1860, sehingga bisa dikatakan sebagai salah satu bangunan kuno sebagai salah satu sejarah Indonesia.

Saya di sini akan memberitahukan apa saja yang saya ketahui dari Hotel Dibya Puri ini. Tadinya saya juga tidak begitu paham dengan keberadaan hotel ini, tetapi saat saya mendapat tugas membuat gambar existing Hotel Dibya Puri, maka saya pun menyurvei langsung ke hotel ini dan memperoleh beberapa data. Hotel ini dulunya memang berfungsi sebagai penginapan. Namun karena pengelolaan yang kurang, dan manajemen yang tidak bisa mencukupi untuk pengelolaannya, maka lama kelamaan hotel yang indah dan megah ini bangkrut. Kurang lebih sudah 4-5 tahun hotel ini mulai terbengkalai. Hotel ini meninggalkan 49 kamar, 2 kamar family, 6 kamar puri suite, 17 kamar moderate, 9 kamar standart, 5 kamar ekonomi AC, dan 10 kamar ekonomi non AC.

Memang sangat memprihatinkan keberadaan Hotel Dibya Puri saat ini. Saat saya menyurvei sekaligus mengukur bangunan gedung ini, saya menyadari bahwa betapa indah sesungguhnya hotel ini. Namun sekarang kita hanya bisa mendapati hotel yang telah rusak di sana sini. Jika kita memasuki bangunan utama di tengah kita akan mendapati sebuah "art" lukisan yang terbuat dari kawat berwarna yang membentuk lukisan pemandangan alam sungai, hewan dan manusia. Lalu kita juga akan melihat adanya cahaya dari atas, ini adalah atrium dari bangunan utama ini sendiri. Atrium ini berfungsi untuk mendapatkan cahaya alami ke dalam bangunan, konsep atrium ini memang sering didapati di bangunan kuno. Ada 2 tangga di kanan dan kiri. Tangga ini pun tidak kalah artistik, penutup handrailnya pun terbuat dari kayu yang diukir dengan sangat detail, ubinnya pun masih ubin lama kuno yang terdapat alat penjepit untuk karpet tangga. Coba bayanggkan jika semua itu masih berfungsi dengan baik masih bersih dan rapi, betapa indah dan megah. Ruang-ruang rapatnya pun bagus, juga menggunakan elemen kayu pada dinding. Menuju ke atas kita akan mendapati lampu di masing-masing tangga kanan dan kiri.

lukisan dari kawat berwarna

atrium bangunan utama

ukiran pada tangga dengan hiasan bohlam lampu sangat artistik

Objek foto bohlam lampu pada tangga

Kaca bermotif di ruang office depan

lampu gantung bulat untuk penerangan di selasar

Ruang meeting dan pertemuan

Di salah satu sudut saya gunakan sebagai objek foto

kuda kuda atap pun dari kayu berukiran, begitu mwaeh dan indah

contoh kamar

Banyak sekali detail-detail bangunan ini yang sangat indah dan artistik. Namun sayangnya memang bangunan Hotel Dibya Puri sekarang ini memang sudah tak layak huni. Banyak yang rubuh, lantai di lantai 2 pun sudah miring, kemungkinan karena konstruksinya melemah. Pada Bangunan lain pun tampak sangat memprihatinkan, terlihat atapnya pun sudah hilang. Konon katanya atap tersebut rubuh karena angin kencang. Saat saya mencoba memasuki beberapa ruang kamar pun suasananya sudah sangat lembab dan kotor.

Bangunan rubuh tanpa atap
Taman yang kini menjadi rimbunan ilalang tak beraturan

Setelah usai saya menyurvei dan mengukur bangunan Hotel Dibya Puri ini saya dan rekan saya pun berbincang-bincang dengan penjaga hotel. Sebelumnya kami juga telah ijin kepada beliau saat akan mensurvei dan mengukur bangunan hotel. Jauh dari kekaguman saya akan keindahan detail keindahan bangunannya, ternyata Hotel Dibya Puri ini konon katanya menyimpan sejuta cerita mistis. Bapak penjaga pun menceritakan detil-detil kemistisan itu. Menceritakan beberapa pengalaman penginap hotel. Ada yang terlempar keluar dari kamar, ada yang dikejar hantu, dll. Yah alhamdulillah selama saya dan teman saya menyurvei bangunan tidak terjadi hal-hal buruk. Tetapi memang beberapa kali kami merasa merinding saat melewati beberapa tempat. Saya pun sempat mendengar bunyi tapak sepatu seperti orang berjalan, padahal tak satupun orang lain selain kami. Yah tetapi saya tidak lalu merasa takut, maka saya teruskan menyurvei bangunan. Setelah berbincang dengan bapak penjaga ternyata di daerah yang saya dengar suara tapak kaki itu memang daerah yang paling rawan. Konon katanya di bangunan tersebut penunggunya suka sekali mengganggu. Tetapi sekali lagi saya ucap syukur alhamdulillah karena saya dan teman saya tidak mendapati hal buruk, alhandulillah lancar dan baik saja.

Terlepas dari pengalaman mistis saya tersebut, saya sangat mengharapkan bangunan Hotel Dibya Puri ini dapat dipugar dan dijadikan salah satu cagar budaya yang memang wajib untuk kita jaga. Setahu saya, memang pemerintah sepertinya akan mengadakan pemugaran tetapi entah kapan proses itu terlaksana. Karena menurut saya Hotel Dibya Puri ini merupakan salah satu aset kota Semarang yang memang perlu dipelihara dan dijaga dengan baik. Jika tidak segera dipugar, bangunan ini akan semakin rusak dan nantinya hanya akan menjadi sampah dan tidak bisa digunakan lagi. Semoga rencana baik pemerintah ini dapat benar-benar terlaksana dengan baik.

Kamis, 20 Desember 2012

Festival Kota Lama Semarang 2012

Festival Kota Lama Semarang 2012

KotaLamaFest


Festival Kota Lama Semarang Tahun 2012 ini diselenggarakan pada tanggal 5-7 Oktober 2012. Dibuka pada tanggal 5 Oktober 2012 di sore harinya. Tempat penyelenggaraannya di gereja blenduk dan taman srigunting dan sekitarnya. Namun eventnya berpusat di gereja Blenduk itu sendiri dan taman srigunting. Acara ini diselenggarakan oleh pemerintah kota Semarang yang bekerja sama dengan Oens Semarang Fondation. Dengan adanya acara ini, masyarakat diajak untuk kembali melihat peninggalan sejarah yang ada di kota Semarang khususnya di daerah kota lama sekaligus mengajak masyarakat untuk mengenali heritage yang ada di kota lama.

Seperti yang tertera pada pamflet di atas, acara terdiri dari 2 bagian yaitu international conference bertempat di dalam gedung gereja Blenduk dan Old Time Food Festival bertempat di sekitar taman Srigunting. Jadwal acara sama seperti yang tertera pada pamflet. Namun saya hanya bisa datang pada hari pertama dan hari ke tiga yakni tanggal 5 dan 7 Oktober saja. Pada hari pertama acara dimulai sore hari, namun saya bisa datang malam harinya. Pada hari pertama ada "old time food festival" berupa bazar makanan khas tempo doeloe, barang-barang kuno, lukisan kuno, musik, dan tari, selain itu juga ada pameran mobil RI Bung Karno, vespa, sepeda tua, dan mobil kuno lainnya.

Mobil RI Bung Karno


Mobil kuno "Karmann"

suasana malam di hari pertama kotalamafest


lampu di taman srigunting penuh makna

Pada hari ke 3, yakni pada tanggal 7 Oktober 2012, saya datang lagi ke event kota lama festival ini. Saya sampai di acara ini di siang hari. Masih sama seperti hari-hari sebelumnya, ada "old time food festival", musik dan tari, pelukis, barang-barang antik kuno, dll. Pada hari terakhir ini juga ada rally foto dan lomba gambar. Saya juga melihat beberapa fotografer yang mengikuti rally foto dalam acara ini sedang hunting foto selama acara berlangsung. Saya pun tidak ingin kalah dengan mereka, saya juga melakukan hunting foto, namun saya hunting foto secara pribadi, saya tidak mengikuti rally foto dalam acara, hehe.. karena saya memang masih pemula. Saya pun menemukan barang-barang unik yang kemudian menjadi objek foto saya.





barang-barang antik yang menjadi objek foto saya

Selain hunting foto di sekitar acara bazar, saya dan teman saya juga mencoba mengikuti "old car tour". Old car tour ini menggunakan mobil kuno, yang konon saya tanya kepada pemilik mobilnya yang juga menyupiri mobil tersebut, mobil tersebut sudah sejak tahun 1952. Ada beberapa mobil yang digunakan dalam old car tour ini, salah satunya mobil yang saya tumpangi. Yang saya kagumkan, mobil-mobil tersebut masih bisa berfungsi dengan baik hingga sekarang ini. Namun memang perawatannya cukup sulit. Dalam Old car tour ini kami (saya dan teman saya) diajak bersinggah ke 4 bangunan di kota lama : Benteng Roode Driehoek, PT Praoe Lajar, Hotel Pelangi, dan gedung Marabunta. Selain diajak menyinggahi sejenak bangunan-bangunan tersebut, kami juga dijelaskan sedikit tentang bangunan tersebut. Tour ini kurang lebih 45 menit lamanya.



benteng Roode Driehoek


PT. Praoe Lajar (Pabrik Rokok)


Lantai 3 balkon aula hotel pelangi


Polder tawang


Gedung Marabunta


Mas Edo, adhi teman saya, saya, dan bapak yang punya mobil

Saya sebagai warga kota Semarang sangat mengapresiasi event ini. Karena dengan adanya event ini saya juga mengharapkan heritage ini dapat tetap terjaga dan tetap dikenal oleh masyarakatnya terutama untuk generasi penerus bangsa, selain itu dengan adanya acara ini saya harapkan antusiasme dari pemerintah maupun masyarakat tentang pelestarian heritage di kota lama ini semakin meningkat. Sehingga ke depannya kota lama bukan hanya menjadi sejarah tetapi juga bisa menjadi aset kota Semarang itu sendiri.

;;

By :
Free Blog Templates